Part 1 (Bintang dan Pelangi)
Hari ini seperti biasa aku duduk diluar memandang bintang. Ntah kenapa aku suka sekali melihat bintang dan pelangi . Bintang, Melihat cahaya yang dipancarkannya, keindahannya, apalagi jika banyak bintang yang bertabur pada langit di malam itu. Ku ingin menjadi seperti bintang yang mampu memberikan cahaya disaat kegelapan menghampiri khusunya untuk keluargaku . sedangkan pelangi, warna beragam yang tampak semakin menunjukan keindahan ciptaan tuhan dan keagunganNya . Bintang dan pelangi, kedua hal yang sangat bertolak belakang. Karena pelangi tak akan pernah muncul pada malam hari, begitu juga sebaliknya bintang , cahayanya hanya terpancarkan dikala malam, bukan dikala langit cerah. Tapi keduanya sama-sama memiliki keindahan yang luar biasa. Itu lah ciptaan Sang maha Pencipta . Maka selagi kau masih diberi kesempatan untuk menghirup udara segar di tempat yang indah ini, perbanyaklah bersyukur atas nikmatNya. Jangan terlalu sering mengeluh !
Tapi dimalam yang dingin ini sedikit ada yang berbeda , hanya sedikit bintang yang aku lihat mungkin karena langit mendung setelah hujan tadi sore. Padahal aku ingin setiap hari melihat keindahannya. Sebelum malaikat indah itu datang menghampiriku. Dan malam ini , aku keluar diam-diam bersembunyi dari ibu, ayah dan kakak yang sedang duduk di ruang tamu yang sedang asyik menikmati tontonan acara televisi , hanya untuk sekedar duduk diluar teras rumah. Ntah kenapa hari ini aku tak patuh seperti biasa, ada bisikan kecil yang membuatku ingin melakukan ini. mungkin karena aku terlalu bosan malam ini. memandang langit malam ini mungkin bisa memperbaiki suasana hati, pikirku
Biasanya aku hanya diperbolehkan untuk keluar rumah atau hanya sekedar melihat bintang saja jika ditemani seseorang. Ntah itu ayah, ibu , kakak, ataupun randi (tetanggaku). seseorang yang juga sangat dekat denganku, mungkin bisa dibilang seorang sahabat yang kukenal sejak 5 tahun lalu, tepat ketika dia menjadi tetanggaku. Kami berdua seumuran dan saat itu aku dan dia berumur 11 tahun. Ketika itu kami akan duduk di kelas 1 smp. randi pindah rumah dikarenakan ayahnya pindah dinas kerja ke kota di tempat aku tinggal . Kami daftar di sekolah yang sama. Pertama kali aku mengenalnya ketika aku sedang berlari mengejar kucing yang lewat di depan rumahku. Kucing yang bulunya bewarna coklat gold dan matanya bewarna biru, sungguh manis sekali pikirku . Karena aku tertarik, lalu aku mengejar kucing itu sampai ke halaman rumah randi. Kucing itu langsung masuk ke teras rumah randi. Dan pada saat itu randi sedang duduk di teras ,menangkapnya , lalu mengangkat kucing itu serta mengelus-elusnya. Ternyata kucing itu miliknya. Dia menatapku dan mengatakan :
" kamu mau memegangnya? Ini pegang saja .. Dia memang suka berkeliaran ke rumah tetangga, pada
saat di rumah lama dia juga sering berkeliaran , harap dimaklumi .. haha "
" hmm .. Iya tidak masalah, aku ingin mengelus-elusnya seperti yang kamu lakukan tadi bolehkah? . Dia sepertinya sudah sangat akrab denganmu. " jawabku
" tentu saja ... Dia sangat dekat denganku karena aku sudah memeliharanya sejak 3 tahun yang lalu, namanya dino , hadiah ulang tahun dari orang tuaku. Untung saja dino jantan , jadi tidak hamil, tidak susah untuk mengurusnya haha. Ini pegang saja ." kata randi sambil tertawa, dia keliatannya memang senang bercanda.
" hmm ok .. Dino manis sekali yah? " kataku sambil mengelus-elus bulu dino
Kemudian randi menjawabnya dengan candaan , " iya dong, manis seperti pemiliknya kan .. Hihih ^^ ."
" idiih .. kok mau sih disamain dengan kucing .. haha " kubalas dengan candaan juga
Kami berdua tertawa lepas. Sungguh menyenangkan bisa berkenalan dengan randi. Dia cerdas, baik,ramah, dan lucu. Dan sejak saat itu kami sering bermain dan bercerita bersama. Selain itu keluargaku juga menyukai sosok randi. Bahkan ibu sering menitipkanku padanya ketika sedang tidak ada orang di rumah dan ibu sedang ada urusan yang penting dan mengharuskanku untuk tidak ikut sehingga menitipkanku di rumah randi. ibu sangat mempercayainya . Yah, begitulah keluarga randi juga menerimaku dengan hangat. senang sekali bisa memiliki tetangga seperti mereka.
~(‾▿‾~) (~‾▿‾)~
~(˘▾˘~) ~(˘▾˘)~ (~˘▾˘)~
Kembali ke cerita sebelumnya , keluargaku memang tidak mengizinkan aku untuk keluar rumah sendiri Karena mereka takut melepaskan aku sendirian. Mereka adalah orang-orang yang selalu menemani hari-hariku dan sangat mengkhawatirkan keadaanku. Tidak hanya mereka, siapapun aku yakin pasti takut melepaskan aku sendirian,jika mengetahui dan melihat kondisiku seperti ini . Uhh , padahal aku merasa aku mampu, aku bisa sendiri melakukannya, aku tak suka dikasihani . Aku adalah zahra seorang perempuan kuat , dibalik kondisi fisik seperti ini. Yah itu lah panggilanku sehari hari , dari seorang yang bernama lengkap mutiara distia azzahra . Seorang perempuan yang egois juga, karena menganggap dirinya kuat, sementara kenyataan tak seperti itu. (-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩__-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩)\('́_'̀ )
meskipun Ibu sering mengatakan padaku " ibu tau kamu kuat nak, tapi ibu Cuma takut kamu kenapa napa ". Dari kata-kata itu saja sudah terlihat jelas kalau aku memang dianggap lemah. memang sepertinya dunia menatapku seperti ini . Yah .. aku memang perempuan dengan banyak batas kekurangan. Apalagi semenjak 2 tahun lalu, setelah keluargaku tau kondisi tubuh ini yang salah satu organ yang penting sudah tak berfungsi dengan baik lagi. dan menurutku seiring dengan berjalannya waktu, tidak hanya 1 organ yang memiliki nasib seperti itu , tetapi mungkin semua organ akan mengikuti jejak langkah yang sama dengan 1 organ itu, hingga akhirnya semua organ tubuh ini tak berfungsi lagi dan lama kelamaan akan mati .
kematian , tempat tinggal kedua untuk mencapai SurgaNya . suatu peristiwa yang mungkin paling ingin dijauhi oleh sebagian orang bahkan hampir semua orang . Kalau bisa tak ingin berjumpa, tapi hal itu tak mungkin . Padahal setelah mencapai itu, mungkin keadaan akan lebih baik . Apalagi jika itu terjadi padaku, mungkin keadaan akan lebih baik, khususnya buat orang-orang yang aku sayang . Aku tak akan merasakan lagi rasa sakit yang sering kualami, tak akan ada tangisan dari orang-orang tersayang , tak akan ada orang yang merasa tersakiti atas keegoisanku, dan tak akan ada orang yang aku repotkan ketika penyakit itu datang menyerang .
┐('⌣'┐) (┌'⌣')┌
--- to be continued ---
┐('⌣'┐) (┌'⌣')┌